Sunday, June 9, 2019

minat baca mahasiswa universitas mercu buana

Latar belakang minat baca mahasiswa universitas mercubuana

Pendidikan merupakan satu tantangan yang serius bagi bangsa Indonesia. Pengangguran yang berijazah perguruan tinggi merupakan indikasi rendahnya mutu pendidikan tinggi kita. Salah satu sebab rendahnya minat baca adalah malas. Ada empat hal pokok yang membuat kurang minat baca para civitas universitas Mercubuana. Pertama, bersumber pada sikap mental yaitu malas tadi. Kedua, pengetahuan yang belum lengkap akan pentingnya membaca. Ketiga, disebabkan oleh rendahnya penguasaan dan keterampilan dalam berbahasa Indonesia. Keempat, berkaitan dengan teknis dimana mahasiswa kurang dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Beriringan dengan rendahnya mutu suatu pendidikan, minat masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi semakin bertambah. Pendidikan yang berkualitas di tengah realitas seperti ini ialah pendidkan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kualitas disini mencakupi kualitas intelektual dan mental spiritual menyangkut nilai-nilai. Mahasiswa sering dijuluki dengan “actor intelektual” karena mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah untuk mengubah masyarakat dan dirinya kea rah yang lebih baik.  Seorang mahasisw dikatakan berkualitas apabila mereka memiliki wawasan luas yang mendalam dan tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang yang digelutinya. Mahasiswa juga diharapkan dapat mengembangkan spesialisasi keilmuanya dengan membaca agar dapat memberikan kontribusi kepada negara secara nyata. Pertanyaanya, apakah sekarang mahasiswa sudah melakukan tugas-tugasnya dengan baik? Berbagai upaya telah dilakukan oleh perguruan tinggi, mulai dari fasilitas penunjang, perbaikan kurikulum, peningkatan kualitas dosen dan yang nyata adalah fasilitas yang memadai, bahkan sangat potensial untuk kearah itu. Fasilitas penunjang disini adalah perpustakaan, disini mahasiswa bisa menemukan media informasi yang lengkap mulai dari buku, majalah, surat kabar,jurnal,skripsi bahkan internet. Minat baca di kampus ini bisa dimulai dengan cara memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengunjungi perpustakaan  baik untuk membaca maupun menulis pada mahasiswa. Mahasiswa setiap hari hanya sedikit yang masuk perpustakaan, sehingga  deretan buku di perpustakaan hanya menjadi hiasan belaka. Suasana kampus yang sering terdengah sebagi ruang diskusi karya ilmiah, menulis ilmiah dan cara nberpikir ilmiah belum tampak pada mahasiswa universitas Mercu buana. Banyaknya waktu yang disediakan kampus tidak di manfaatkan dengan baik oleh mahasiwa. Penulis disini saya berharap agar mahasiswa dapat meluangkan untuk berkunjung sesering mungkin keperpustakaan dan membaca pastinya. 

No comments:

Post a Comment