Latar belakang minat baca mahasiswa universitas mercubuana
Pendidikan merupakan satu tantangan yang serius bagi bangsa
Indonesia. Pengangguran yang berijazah perguruan tinggi merupakan indikasi
rendahnya mutu pendidikan tinggi kita. Salah satu sebab rendahnya minat baca
adalah malas. Ada empat hal pokok yang membuat kurang minat baca para civitas
universitas Mercubuana. Pertama, bersumber pada sikap mental yaitu malas tadi.
Kedua, pengetahuan yang belum lengkap akan pentingnya membaca. Ketiga,
disebabkan oleh rendahnya penguasaan dan keterampilan dalam berbahasa Indonesia.
Keempat, berkaitan dengan teknis dimana mahasiswa kurang dalam bahasa Indonesia
yang baik dan benar. Beriringan dengan rendahnya mutu suatu pendidikan, minat
masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi semakin bertambah. Pendidikan yang
berkualitas di tengah realitas seperti ini ialah pendidkan yang mampu
meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kualitas disini mencakupi kualitas
intelektual dan mental spiritual menyangkut nilai-nilai. Mahasiswa sering
dijuluki dengan “actor intelektual” karena mereka diharapkan dapat memberikan
kontribusi ilmiah untuk mengubah masyarakat dan dirinya kea rah yang lebih
baik. Seorang mahasisw dikatakan
berkualitas apabila mereka memiliki wawasan luas yang mendalam dan tanggap
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang yang digelutinya.
Mahasiswa juga diharapkan dapat mengembangkan spesialisasi keilmuanya dengan
membaca agar dapat memberikan kontribusi kepada negara secara nyata. Pertanyaanya,
apakah sekarang mahasiswa sudah melakukan tugas-tugasnya dengan baik? Berbagai
upaya telah dilakukan oleh perguruan tinggi, mulai dari fasilitas penunjang,
perbaikan kurikulum, peningkatan kualitas dosen dan yang nyata adalah fasilitas
yang memadai, bahkan sangat potensial untuk kearah itu. Fasilitas penunjang
disini adalah perpustakaan, disini mahasiswa bisa menemukan media informasi
yang lengkap mulai dari buku, majalah, surat kabar,jurnal,skripsi bahkan
internet. Minat baca di kampus ini bisa dimulai dengan cara memanfaatkan waktu
sebaik-baiknya untuk mengunjungi perpustakaan baik untuk membaca maupun menulis pada
mahasiswa. Mahasiswa setiap hari hanya sedikit yang masuk perpustakaan,
sehingga deretan buku di perpustakaan
hanya menjadi hiasan belaka. Suasana kampus yang sering terdengah sebagi ruang
diskusi karya ilmiah, menulis ilmiah dan cara nberpikir ilmiah belum tampak
pada mahasiswa universitas Mercu buana. Banyaknya waktu yang disediakan kampus
tidak di manfaatkan dengan baik oleh mahasiwa. Penulis disini saya berharap
agar mahasiswa dapat meluangkan untuk berkunjung sesering mungkin
keperpustakaan dan membaca pastinya.
No comments:
Post a Comment