Tuesday, April 15, 2014

wisata kuliner rumah durian harum

RUMAH DURIAN HARUM
bagi para durianholic/ durian addict


Saya memilih rumah durian sebagai tujuan wisata kuliner di hari minggu kemarin, hanya karena Saya sering lewat jalan situ dan terpikir untuk kapan-kapan menyambangi tempat tersebutlah Saya memilihnya sebagai suatu tempat tujuan wisata kuliner itu.
Hari Minggu itu saya bersama tiga orang teman berniat melakukan wisata kuliner di tiga tempat sekaligus dan Saya kebagian yang terakhir karena tujuan Saya adalah Rumah Durian Harum yang bisa dikatakan sebagai pencuci mulut atau dalam istilah kuliner internasional disebut sebagai dessert. Dua tempat kuliner sebelum saya memang tergolong makanan berat terlebih tujuan wisata kuliner yang pertama yang tak jauh dari nasi dan lauk pauknya. Tujuan yang kedua setengah makan berat yaitu “bermain” di kelas roti, pancake dan kopi-kopi semacamnya. Dan sebagai tujuan akhir yaitu tempat yang berperan sebagi dessert pilihan Saya adalah Rumah Durian Harum di jalan Pos Pengumben Jakarta barat.
Berangkat dari tempat wisata kuliner kedua menuju ke tempat tujuan Saya sangat beruntung, karena hujan yang seharian mengguyur Ibukota sudah reda. Sekitar pukul 17:30an kami bertiga melakukan sholat magrib terlebih dahulu dan setelah itu barulah menuju ke Rumah Durian yang sudah sangat tidak sabar ingin Saya sambangi itu.
Rumah Durian Harum berada di Simpang Empat Pos Pengumben, lebih tepatnya Jl. Raya Panjang No. 29 Jakarta Barat. Telepon 021-53651249. Buka setiap hari dari pukul 10:00-22:00. Dan terdapat pula beberapa cabang lain di Jakarta seperti kalimalang dan Matraman (Jakarta Timur). Dari luar, Rumah Durian ini menurut Saya biasa saja, tak ada konsep restaurant yang menggunakan banyak tema durian, hanya sederet replica durian yang di pajang di dinding atau lemari kaca yang terlihat dari luar dan ada dua patung replica durian di pintu masuknya. Dari parkiran motor Saya dan teman-teman udah di sambut dengan aroma menyengat yang khas dikeluarkan buah yang satu ini yaitu durian.
Begitu melangkahkan kaki ke pintu masuk aroma tersebut saling berkejaran menusuk rongga hidung dan semakin membuat Saya tak sabar ingin cepat-cepat makan duriannya. Kamipun masuk dan didepan ada dua rak besar yang berisi durian local dan import. Didalam, ada dua ruangan yang bisa kita pilih, yaitu untuk sebelah kanan ruanganya terlihat lebih khusus hanya untuk menikmatin durian saja tanpa disandingkan dengan kedai-kedai makanan lain bukan durian. Sementara di sebelah kiri, ruanganya kelihatan lebih rapi dibanding dengan yang sebelah kanan, ruang kanan tidak terdapat pendingin ruangan sedangkan yang kiri menggunakan pendingin ruangan serta berdampingan dengan kedai-kedai makanan ringan selain durian.
Disana  Saya memilih durian import, karena Saya pikir durian local sudah sering Saya makan saat musim durian dikampung yang Saya tidak hapal bulan apa musim durian itu. Cukup mahal memang bagi Saya yang masih semester lima kuliah ini untuk membeli durian tersebut, namun karena Saya berpikir ini jarang malah hampir tidak pernah Saya datang lagi ke tempat ini akhirnya Saya beli juga.
Durian atau (durio zibethinus) nama ilmiahnya, adalah buah yang mempunyai aroma yang sangat kuat dan berbentuk bulat berduri  tajam, memiliki tekstur lembut, manis,pahit dan sedikit lembek pada tiap bijinya. Saya sebenarnya bukan penggila durian tetapi Saya selalu tak akan menolak jika di beri kesempatan mengunyah buah yang satu ini. Di Rumah Durian tersebut Durian yang Saya pilih adalah durian Chanee(kane) besar yang berbobot empat kilograman lebih dengan harga per kilogramnya adalah Rp 49.500,-. Sebelum Saya memastikan untuk membeli, pelayan atau karyawan disitu menyarankan atau mempersilahkan kepada pengunjung untuk mencobanya terlebih dahulu. Jika tak cocok rasanya, pembeli pun di persilahkan memilih durian yang lainya. Sedikit di belah durian yang Saya pilih dan sendok semacam sendok es krim dari kayu di sodok kedalam belahan kecil durian tersebut kemudian di  tarik dengan sedikit membawa bongkahan kecil durian chanee tersebut. “Mmm.. manis mas,” saya tegaskan demikian, tak berapa lama pelayan pun membelahnya sesaat setelah Saya duduk dimeja yang dekat replica durian-durian yang berada di lemari kaca tersebut. Pesanan pun datang dengan sebutir durian yang telah terbelah bagi Saya sangat besar dengan di wadahi nampan besar.

Kami bertiga pun langsung menyantapnya, legit. Dagingnya tebal dengan biji yang sangat kecil sebesar biji nangka cempedak.  
Puket istilah untuk menggambarkan rasa buah buah durian yang legit, lembut, sekaligus pahit rasa alcohol dengan komposisi  yang pas. Ini dapat ditemukan pada durian medan yang dirak besar satunya (durian local).
Di Rumah Durian Harum, kita bisa menemukan durian chanee (kane) dengan kondisi baik dengan rasa yang sesuai harapan, puket. Hanya memang, harganya menjadi Saya harus berpikir jika ingin setiap pekan datang dan membeli durian tersebut yaitu tadi Rp 49.500,-/kg. Namun, karena durian yang di sajikan bersih dari busuk satu durian pun cukup memuaskan.
Setiap hari toko ini menyediakan durian medan. Sementara untuk durian dari Thailand dan Malaysia biasanya di sediakan setiap musimnya, yang di mulai pada bulan Maret hingga Juli. Dan Saya kebagian durian chanee Thailand di bulan April ini. Untuk harga durian di toko ini mulai dari Rp 35.000- Rp 80.000,-. Yang paling banyak diminati adalah montong dan durian medan.
Jika ingin mencoba durian yang lebih istimewa, menurut Hendrik, pelayan di Rumah durian ini, adalah durian bhineka bawor asal kota Banyumas, Jawa Tengah. Durian ini merupakan hasil kombinasi sejumlah jenis durian Thailand dan local. Hasilnya adalah durian yang berdaging tebal seperti monthong dengan warna kuning yang pekat seperti durian chanee, tetapi memiliki rasa seperti durian local meski tak sekuat durian medan. “karena belum begitu terkenal, kami masih menjualnya dengan sebutan monthong sebagai durian tersebut,” kata Hendrik.
Tidak hanya durian asli, pengunjung juga dapat memanjakan lidahnya kaum penikmat durian dengan berbagai penganan olahan dari buah durian. Sebut saja keripik durian, dodol durian, lempok, serabi durian,es krim, es cendol durian serta ketan kolak durian yang biasa di sebut juga kinca. Rumah Durian Harum juga menjual makanan ringan yang tidak berbahan dasar dari durian diantaranya somay bandung. Untuk harga produk penganan olahan tersebut berkisar antara Rp10.000-50.000,- saja, untuk es krim ukuran 120ml Rp10.000,- ,220ml Rp 18.000,-, 750ml Rp 45.000,-.
Untuk produk olahan berbahan dasar dari durian, yang menarik bagi Saya adalah ketan kolak durian. Di beberapa daerah, orang mengenalnya dengan nama “kinca”. ”Nasi ketan putih disiram dengan kuah santan yang manis dan hangat serta di beri sebiji durian asli yang dingin,”kata Hendrik. Seporsi kinca bisa Anda tebus dengan harga Rp20.000an saja, cukup lah bagi Anda yang durianholic.
Satu lagi serabi durian, harganya Rp 15.000,-/ 2 buah. Untuk rasanya biasa saja. Setangkup serabi Bandung dengan kuah gula merah dan sari durian asli, bagi yang ingin mencobanya silahkan beli. Bila Anda tak menyukainya tak ada salahnya membeli untuk kemudian di bawa pulang sebagai oleh-oleh bagi keluarga di rumah.
Setelah berbutir-butir biji durian yang berdaging lembut itu berhasil bermigrasi dari nampan besar ke mulut dan kemudian nyaman bersarang di perut kami bertiga. Rasanya bagaikan baru saja melakukan dosa kecil yang manis. Harganya memang sangat mahal, tapi setimpal dengan rasanya. Hmmm. Silahkan untuk mencobanya sendiri supaya tahu apa yang Saya dan teman Saya rasakan saat ada waktu mampir kesini.
Mitos atau temuan orang yang mengatakan bahwa seseorang telah makan buah durian di anjurkan untuk minum air yang di tuang di kelopak cangkang bekas buah durian sebagai ganti gelas air minumnya, ini dilakukan karena ada sebagian orang yang saking tak bisa menahan nafsunya pada buah ini mereka menyantapnya berlebihan dan menimbulkan sakit kepala, panas dalam atau mual, nah untuk mengatasi hal itu lakukan ritual tadi yaitu mengganti gelas air minum Anda dengan cangkang bekas buah durian t ersebut sebagai wadah air minumnya. Seperti gambar Saya di bawah ini:

Minum air putih dengan wadah kulit durian






1 comment: